Suasana syahdu dan penuh khidmat menyelimuti Aula Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas 1 Kutoarjo pada Kamis sore (5/3/2026). Sebanyak 87 Anak Binaan mengikuti kegiatan Pesantren Kilat dan Buka Puasa Bersama yang diinisiasi oleh Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purworejo.
Mengusung tema “Ramadhan sebagai Sarana Pembinaan Karakter dan Spiritual,” acara ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan momen refleksi mendalam. Isak haru sempat mewarnai kebersamaan sore itu, saat nilai-nilai spiritualitas dibalut dengan hangatnya silaturahmi antara petugas dan anak binaan.
Sinergi untuk Layanan Keagamaan yang Berdampak
Hadir mewakili Kepala Kankemenag Kabupaten Purworejo, Kasubbag TU Dr. H. Uan Abdul Hanan, S.Ag., M.SI., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata dari komitmen instansi dalam memberikan pendidikan karakter yang berkelanjutan.
“Kegiatan ini adalah wujud dari Asta Protas Kemenag RI, yaitu menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak langsung. Kami ingin memastikan anak-anak kita di sini mendapatkan bekal iman dan pemahaman agama yang kuat,” ujar Uan dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Seksi Registrasi dan Klasifikasi LPKA Klas 1 Kutoarjo, Endhi Subinarto, SH., yang hadir mewakili Kepala LPKA, menyambut positif kolaborasi ini. Ia berharap momentum Ramadhan 1447 H menjadi titik balik bagi para anak binaan.
“Ramadhan adalah kesempatan emas untuk membentuk karakter. Buka puasa bersama ini adalah simbol bahwa mereka tidak sendiri; ada kepedulian dan kasih sayang dari kita semua untuk membantu mereka kembali ke masyarakat dengan semangat baru,” ungkap Endhi.
Perkuat Kerja Sama Lewat MoU
Tak hanya diisi dengan tausiyah dan doa, acara ini juga menandai langkah strategis dengan dilakukannya penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara Kemenag Kabupaten Purworejo dengan LPKA Klas 1 Kutoarjo. Sinergi ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan program pendampingan agama bagi anak binaan di masa mendatang.
Acara ditutup dengan momen paling dinanti: berbuka puasa bersama. Di atas meja yang sederhana, sekat-sekat antara petugas dan anak binaan seolah melebur dalam tawa dan doa, menciptakan suasana hangat yang menjadi oase spiritual bagi mereka yang sedang berproses mencari jati diri.
Melalui pendampingan yang konsisten, diharapkan para anak binaan dapat keluar dari LPKA tidak hanya dengan kebebasan fisik, tetapi juga dengan karakter yang lebih tangguh dan disiplin.
Humas








